Daftar Isi

    Jenis Kemasan

    Slip Sheet

    Slip Sheet perlu dipahami bersama proses dan kebutuhan pengemasan yang menyertainya. Fokus utamanya adalah kecocokan bentuk kemasan dengan produk, kapasitas, proses pengisian, perlindungan, dan rantai distribusi. Dalam penerapannya, pilihan ini sering berkaitan dengan sistem kemasan Bulk Packaging / FIBC dan Kemasan Primer, metode pengisian Gravity Filling dan Pengisian Manual dan kapasitas atau berat isi 10 kg dan 1000 kg.

    Kemasan industri logistik & distirbusi, Hero-Gabungan-kemasan-industri-logistik-distribusi
    Kemasan Industri Logistik & Distribusi

    Memahami Kebutuhan Ini

    Slip Sheet perlu dinilai berdasarkan kecocokannya dengan komoditas, proses pengisian, kapasitas, risiko, dan distribusi yang akan dijalani.

    Karakter isi yang perlu diperhatikan mencakup komoditas seperti Bahan Baku Industri, Barang dalam Karton, Barang dalam Karung, Barang di Pallet dan Muatan Curah, bentuk produk Bubuk, Bulk Material, Granul, Karton dan Palletized Goods dan kondisi Kering dan Suhu Ruang. Informasi ini membantu menentukan bagaimana produk mengalir saat pengisian, bagaimana kemasan ditutup, serta jenis perlindungan yang perlu diprioritaskan.

    Dari sisi proses, hal yang perlu diperhatikan mencakup jenis kemasan Corrugated Box, Jumbo Bag / FIBC, Paper Angle, Paper Sack dan PE Liner, sistem Bulk Packaging / FIBC, Kemasan Primer, Kemasan Primer dengan Liner, Kemasan Sekunder Corrugated Box dan Pallet Protection, pengisian Gravity Filling, Pengisian Manual, Semi Otomatis dan Top Filling dan penutupan Heat Sealing, Jahit, Stretch Wrapping, Tape Sealing dan Tie Closure. Kesesuaian antara kemasan dan proses penting untuk menjaga kelancaran operasi sekaligus mengurangi risiko kebocoran, kerusakan, atau ketidaksesuaian pada tahap berikutnya.

    Pertimbangan operasional dapat mencakup kapasitas 10 kg, 1000 kg, 20 kg, 25 kg dan 40 kg, ukuran atau format Menyesuaikan jenis produk, berat isi, dimensi kemasan, ukuran pallet, pola tumpukan, dan kebutuhan distribusi dan penanganan Container Loading, Conveyor Handling, Forklift Handling, Manual Handling dan Palletizing. Kapasitas dan ukuran perlu dipastikan kembali terhadap densitas isi, mesin, kebutuhan susun, paletisasi, dan cara pemindahan aktual.

    Rantai pasok juga perlu dipertimbangkan, termasuk penyimpanan Gudang Kering, Pallet Storage, Rak Gudang, Terlindung dari Hujan dan Ventilasi Baik, distribusi Darat, Distribusi Domestik, Ekspor, Kontainer dan Laut dan tujuan pasar Domestik dan Ekspor. Waktu simpan, penumpukan, getaran, perubahan lingkungan, dan jarak distribusi dapat mengubah tingkat perlindungan yang dibutuhkan.

    Risiko yang perlu diperhatikan antara lain Kebocoran Produk, Kelembapan, Kerusakan saat Transportasi, Kontaminasi dan Sobek saat Handling. Kebutuhan perlindungan yang berkaitan mencakup Kebersihan Produk, Ketahanan Angkut, Perlindungan dari Kelembapan, Perlindungan Sudut dan Stabilitas Pallet. Keduanya perlu dinilai bersama agar solusi tidak hanya sesuai saat pengisian, tetapi juga tetap bekerja selama penyimpanan dan distribusi.

    Pada tahap penetapan spesifikasi, pertimbangkan pula kepatuhan Identifikasi Produk, Informasi Lot, Persyaratan Pasar Tujuan, Persyaratan Pelanggan dan Traceability, keberlanjutan Efisiensi Material, Kemudahan Penanganan, Optimasi Berat Kemasan, Optimasi Muatan dan Pengurangan Kerusakan Produk dan faktor keputusan Biaya Total, Efisiensi Pengisian, Kekuatan Kemasan, Kesesuaian Distribusi dan Kesesuaian Handling. Persyaratan tersebut sebaiknya dikonfirmasi terhadap produk, proses, pasar tujuan, dan standar yang benar-benar berlaku.

    Pertimbangan Lain dalam Pemilihan Kemasan

    Perhatikan faktor-faktor berikut bersama kebutuhan produk, proses, penanganan, penyimpanan, dan distribusi agar pilihan kemasan lebih sesuai.

    Kondisi Produk

    Tujuan Pasar

    Pembahasan Kemasan yang Lebih Spesifik

    Telusuri pembahasan berdasarkan produk yang dikemas, proses, risiko, perlindungan, serta pilihan sistem kemasan.